Ketua DPRD Kota Solok hadiri Do’a Ritual
Tolak Bala di Sawah Solok
Dengan telah
di mulainya musim tanam padi di hamparan sawah solok, masyarakat tani yang
tergabung di sawah solok Kecamatan Lubuk sikarah, menyelenggarakan kegiatan ritual
“Tolak Bala”, Kegiatan itu telah menjadi agenda setiap tahun.
Do’a Ritual tolak bala dengan cara mengumandangkan tahlil dan shalawat buat junjungan nabi Muhammad saw dipimpin dan dipandu oleh seorang ulama Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman serta diikuti masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Banda Tangah sawah Solok. kegiatan itu dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri pematang sawah yang terhampar di sawah solok.Do’a ritual tolak bala bertujuan agar tanaman padi terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga hasil panen berlimpah.
Ritual tolak bala yang berlangsung di hamparan sawah solok, Rabu (30/3), itu mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE.
Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE mengungkapkan bahwa
kegiatan tolak bala di hamparan sawah Solok merupakan kegiatan rutin yang di lakukan setiap tahunnya, kegiatan ritual tolak bala di harapkan menjadi agenda tahunan dan sudah menjadi tradisi setiap di mulainya musim tanam.selain itu Yutris Can, SE yang sekaligus menjadi Ketua P3A ( Pemberdayaan Petani Pemakai Air ) Sawah Solok, menambahkan kegiatan ritual tolak bala merupakan salah satu bukti kepedulian pemerintah daerah untuk mempertahankan tradisi daerah yang telah di warisi secara turun temurun.

Do’a Ritual tolak bala dengan cara mengumandangkan tahlil dan shalawat buat junjungan nabi Muhammad saw dipimpin dan dipandu oleh seorang ulama Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman serta diikuti masyarakat yang tergabung dalam kelompok Tani Banda Tangah sawah Solok. kegiatan itu dilakukan dengan berjalan kaki menelusuri pematang sawah yang terhampar di sawah solok.Do’a ritual tolak bala bertujuan agar tanaman padi terhindar dari serangan hama dan penyakit sehingga hasil panen berlimpah.
Ritual tolak bala yang berlangsung di hamparan sawah solok, Rabu (30/3), itu mendapat perhatian Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE.
kegiatan tolak bala di hamparan sawah Solok merupakan kegiatan rutin yang di lakukan setiap tahunnya, kegiatan ritual tolak bala di harapkan menjadi agenda tahunan dan sudah menjadi tradisi setiap di mulainya musim tanam.selain itu Yutris Can, SE yang sekaligus menjadi Ketua P3A ( Pemberdayaan Petani Pemakai Air ) Sawah Solok, menambahkan kegiatan ritual tolak bala merupakan salah satu bukti kepedulian pemerintah daerah untuk mempertahankan tradisi daerah yang telah di warisi secara turun temurun.
Yutris Can,
SE mengungkapkan bahwa do’a ritual tolak bala kali ini mengambil tema adek lamo
pusako usang, artinya kita selaku masyarakat Kota Solok harus melestarikan
tradisi doa tolak bala yang hampir hilang di telan zaman. Pada kegiatan tolak
bala kali ini lebih semarak dibandingkan dari sebelumnya, Dimana malam harinya
sebelum doa ritual tolak bala di lakukan masyarakat mengadakan kesenian daerah
yaitu berdendang semalam suntuk.
Turut hadir pada acara ritual tolak
bala yaitu, Ketua DPRD Kota Solok Yutris Can, SE, Dandim 0309 Solok LetKol
Sigit, Ketua LKAAM Kota Solok H. Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang
Kota Solok Himelda, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Solok
Jefrizal, Spt, MT, Lurah IX Korong, Lurah Sinapa Piliang, Lurah Tanah Garam,
serta anggota kelompok Tani dan P3A Banda Tangah dan Bareh Solok dan masyarakat.