UNTUK MENINGKATKAN
POTENSI DAERAH TIM III DPRD KOTA SOLOK KUNKER KE DAERAH KABUPATEN SIAK DAN KABUPATEN PELALAWAN
Untuk menggenjot serta
meningkatkan segala potensi daerah yang ada di Kota Solok, DPRD Kota Solok yang
terdiri dari gabungan komisi dan fraksi yang ada, lakukan kunker kedaerah
Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan
Provinsi Riau, dari tanggal 29 Maret sampai 02 April
2015.
Keberangkatan Tim III dipimpin langsung oleh Wakil
Ketua DPRD Kota Solok
Martin Jofari,S.Sos didampingi oleh. Hj. Nurnisma,SH Ketua Komisi I, H. Irman
Yefri Adang,SH.MH Ketua Komisi III, Yosri Martin dan Hendra Sapautra,SH, anggota komisi III, serta
Rusnaldi,A.Md, anggota komisi II DPRD Kota Solok.
Juga ikut dalam rombongan tersebut,
Kadis Perhubungan dan Komunikasi, Eva Nasri, Kadis Capil Nopa Alpino. Serta
Kakan Pasar raya Solok Fidly Wendi Alfi, serta juga diikuti oleh tiga orang
sekretariat
DPRD Kota Solok, yakni Kabag Hukum
DPRD Kota Solok Aspi
Yeni,SH, Rusman,SH serta Windel Asmara,SH, serta dua orang
wartawan Drs. Raunis Roni dari Koran
Indonesia Raya dan Welluril dari Koran Rakyat Sumbar.
Hari pertama rombongan DPRD Kota
Solok lakukan kunjungan kerja
di kabupaten Pelalawan Senin 30/03, Rombongan DPRD Kota Solok disambut
langsung oleh Baharuddin Ketua Fraksi Golkar, dan Nazarudin Ketua fraksi PAN dan didampingi oleh SKPD Pemkab Pelalawan seperti,
Kadis Capil, Kadis Perhubungan, Kadis Pasar, Kabag Umum Sekretariat Pemkab
Pelalawan, Acara tersebut bertempat
di Ruang Rapat Komisi DPRD Kabupaten Pelalawan.
Ketua Fraksi Golkar DPRDKabupaten Pelalawan Baharuddin
menyampaikan,
Kabupaten Pelalawan berpenduduk ± 419 ribu jiwa, dengan 12 kecamatan dan 118
desa dan Kelurahan, dengan mempunyai
35 orang anggota DPRD.
Dalam perkembanganya ungkap
Baharuddin, daerah itu mempunyai sumber daya alam pertanian perkebunan yang
sangat luas. Selain itu daerah itu
mempunyai sumber PAD diantaranya, pertanian, perkebunan, retribusi pasar,
terminal, menara telekomunikasi, pelabuhan, dan sebagainya.
Dia mengatakan, masalah pasar dengan
menata seluruh PKL di Pasar
yang terdapat di Kabupaten Pelalawan selalu
mengacu pada Perda.
Kemudian, dalam pengurusan segala
macam data kependudukan seperti, KTP, KK, akte, telah diberikan palayanan
gratis tanpa pungutan biaya.
Pada
Hari kedua yaitu Selasa 31/03, rombongan melanjutkan perjalanan
ke Daerah Kabupaten Siak.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Ketua Komisi IV, Roy dan Ketua
Komisi I, Sujarwo. Selain itu juga
hadir SKPD Pemkab Siak seperti, Kadis Perhubungan,
Kadis Pasar dan Kadis
Capil.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi IV DPRD
Kabupaten Siak Roy menjelaskan,Secara geografis Kabupaten Siak terletak pada
koordinat 10 16’ 30” — 00 20’ 49” Lintang Utara dan 100 54’ 21” 102° 10’ 59” Bujur Timur.
Secara fisik geografis memiliki kawasan pesisir pantai yang berhampiran dengan
sejumlah negara tetangga dan masuk kedalam daerah segitiga pertumbuhan (growth
triangle) Indonesia – Malaysia - Singapura
Bentang alam Kabupaten Siak sebagian besar terdiri
dari dataran rendah di bagian Timur dan sebagian dataran tinggi di sebelah
barat. Pada umumnya struktur tanah terdiri dan tanah podsolik merah kuning dan
batuan dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa
atau tanah basah. Lahan semacam ini subur dan memiliki potensi untuk
pengembangan pertanian, perkebunan dan perikanan. Sehingga menghasilkan APBD
tahun 2015 sebesar Rp. 3,2 Milyar, Daerah ini beriklim tropis dengan suhu udara
antara 25° -- 32° Celsius, dengan kelembaban dan curah hujan cukup tinggi.
Selain dikenal dengan Sungai Siak yang membelah
wilayah Kabupaten Siak, daerah ini juga terdapat banyak tasik atau danau yang
tersebar di beberapa wilayah kecamatan. Sungai Siak sendiri terkenal sebagai
sungai terdalam di tanah air, sehingga memiliki nilai ekonomis yang tinggi,
terutama sebagai sarana transportasi dan perhubungan. Namun potensi banjir
diperkirakan juga terdapat pada daerah sepanjang Sungai Siak, karena
morfologinya relatif datar.
Dalam tata pemerintahan, daerah itu
memberikan pelayanan gratis
bagi pengurusan KK, KTP, Akte, pendidikan, sekolah, berobat dan sebagainya. Dan
daerah itu juga mempunyai sebuah stasiun
televisi yaitu Siak TV.
Menyikapi kemajuan daerah itu, Ketua
Komisi III DPRD Kota Solok, H. Irman Yefri Adang, SH, MH menyatakan, Memang kalau kita
bandingkan dengan daerah Kota Solok, daerah Siak itu memang telah dulu maju
dibanding dengan Kota Solok.
Hal
tersebut jelas terlihat pada pembangunan jalan, hampir semua dengan
jalur dua, dan perkantoran yang kelihatan bagus, serta daerah itu banyak
memiliki pariwisata yang tertata dengan baik. Daerah itu memiliki sumber PAD
yang sangat beragam, dengan APBD yang sangat tinggi. Tentunya dibanding dengan
Kota Solok, kita patut memfilter
daerah itu untuk dikembangkan SDMnya di daerah Solok,”ujarnya.
Sementara wakil Ketua DPRD Kota
Solok Martin Jofari menyikapi, dibanding dengan daerah kita di Kota Solok.
memang kita akui, daerah kabupaten Siak sudah jauh lebih maju ketimbang daerah
Kota Solok.
Segala
hasil dari kunjungan DPRD Kota Solok pada kedua daerah itu. Akan kita jadikan
sebagai bahan bandingan untuk di terapkan di Kota Solok kedepannya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Solok Hj.
Nurnisma,SH menyatakan, perkembangan Kota Solok dalam menata laju dan
gerak pembangunan sangat
terhalang oleh berbagai sumber daya manusia yang ada, karena daerah kita masih
kekurangan SDM.
“namun dengan melihat perkembangan
daerah Siak dan pelalawan, bagaimana daerah itu mentata roda pembangunannya.
Kita yakin secara perlahan daerah kita akan mampu untuk berkembang sesuai
dengan potensi yang dipunyai.